Dalam masa pandemi seperti saat ini semua bidang terdampak, tidak terkecuali dalam pendidikan. Pendidikan yang ada di Indonesia terbiasa dengan sistem tatap muka dalam keadaan ini dipaksa untuk sistem daring (online). Dunia pendidikan diharuskan menyiapkan bukan hanya sistem belajar namun juga menyiapkan sumber daya manusianya baik pendidiknya maupun peserta didiknya yang sangat tergantung juga dengan sarana.
Tahun ajarran baru rencana akan dimulai tanggal 13 Juli 2020 apabila belum ada penurunan kasus Covid 19 akan tetap dilaksanakan secara daring. Sesuai apa yang disampaikan Mendikbud Nadiem Makariem bahwa hanya sekitar 6% dari total peserta didik yang diperbolehkan mengadakan tatap muka dan itu hanya berlaku diwilayah yang dinyatakan zona hijau covid19.
Untuk menghadapi New Normal dalam bidang pendidikan SMAN 1 Ngrambe pada tanggal 01 Juli 2020 mengadakan Workshop Kepegawaian bagi pendidik dan tenaga kependidikan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun Supardi SH, M.Pd ini menyiapkan apa saja yang harus dilakukan sekolah untuk memulai tahapan pendidikan di tahun ajaran baru pada masa pandemi. Meski masih dalam masa pandemi dan masih berlangsung secara daring diharapkan pendidik dan tenaga kependidikan tetap menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan pendidikan peserta didik.
Kegiatan yang diadakan diharapkan dapat benar-benar mampu untuk tetap melanjutkan program pendidikan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Keadaan seperti ini memaksa tenaga kependidikan menjadi lebih cepat menyiapkan teknologi dan revolusi 4.0. Senada yang disampaikan Supardi SH M.Pd bahwa “covid 19 membawa perubahan dan merubah semua tatanan, namun kita tetap harus mengambil segi positifnya antara lain, mempercepat revolusi 4.0, mengembalikan peranan keluarga sebagai tempat pertama dan utama untuk belajar, menjadikan sekolah bukan hanya satu-satunya tempat belajar dan mengaktualisasikan merdeka dalam belajar”.